PRIMARAYA

This is default featured slide 1 title

Easy to customize it, from your blogger dashboard, not needed to know the codes etc. Video tutorial is available, also a support forum which will help to install template correctly. By DeluxeTemplates.net

This is default featured slide 2 title

Easy to customize it, from your blogger dashboard, not needed to know the codes etc. Video tutorial is available, also a support forum which will help to install template correctly. By DeluxeTemplates.net

This is default featured slide 3 title

Easy to customize it, from your blogger dashboard, not needed to know the codes etc. Video tutorial is available, also a support forum which will help to install template correctly. By DeluxeTemplates.net

This is default featured slide 4 title

Easy to customize it, from your blogger dashboard, not needed to know the codes etc. Video tutorial is available, also a support forum which will help to install template correctly. By DeluxeTemplates.net

This is default featured slide 5 title

Easy to customize it, from your blogger dashboard, not needed to know the codes etc. Video tutorial is available, also a support forum which will help to install template correctly. By DeluxeTemplates.net

Senin, 04 Maret 2013

Menyoroti Kiprah Artis Terjun Ke Dunia Politik



Menyoroti Kiprah Artis Terjun Ke Dunia Politik
Pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2014 sepertinya akan menjadi ruang baru bagi sejumlah artis yang mencoba mengadu nasib untuk berebut kursi legislatif. Bahkan saat ini banyak artis yang mencoba keberuntungan untuk mencalonkan dirinya sebagai kepala daerah dalam Pemilukada. Pemilukada di kota-kota besar selalu diramaikan oleh majunya artis sebagai salah satu kandidatnya. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa peluang artis untuk terpilih sangat besar. Popularitas yang melekat pada dirinya setidaknya dapat membantu dirinya untuk mendulang suara pada Pemilukada. Perekrutan artis di dunia politik sah-sah saja, justru hal ini dapat menjadi kendaraan parpol untuk memanfaatkan artis sebagai senjata pamungkas untuk memenangkan Pemilu dan popularitas partai semakin dikenal oleh masyarakat.
Fenomena artis terjun kedunia politik saat ini memang sedang marak. Keberhasilan Dede Yusuf sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mizwar sebagai pemenang Pemilukada Jawa Barat oleh semua lembaga survey, serta lolosnya beberapa artis dalam persaingan perebutan kursi wakil rakyat pada Pemilu 2009 lalu sudah cukup menjadi bukti bahwa popularitas artis untuk maju dalam dunia perpolitikan di Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Mereka mampu bersaing dan menumbangkan beberapa politisi handal yang memang sudah lama berkecimpung di dunia politik. Hal ini juga dapat dijadikan bukti bahwa kepercayaan masyarakat terhadap birokrat saat ini sudah sangat menurun. Hal itu dapat disebabkan karena kasus korupsi yang menyeret banyak politisi ke meja hijau. Sehingga masyarakat lebih percaya kepada para idolanya yang maju dalam dunia perpolitikan di Indonesia.

Namun menjadi seorang figure yang mewakili rakyat tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan, siapapun yang berniat ingin mencoba keberuntungan pada pesta demokrasi harus siap lahir batin. Karena hanya dengan modal popularitas saja tidak cukup, mereka harus menyiapkan kemampuan dirinya untuk menjalankan tugas yang akan diembannya. Memang popularitas sedikit banyak membantu dirinya dalam mendulang suara, tetapi yang lebih penting adalah keseriusan dan kemampuan mereka dalam menjalankan amanahnya. Majunya mereka dalam persaingan politik bisa jadi hanya ikut-ikutan saja, bisa jadi juga karena rayuan partai politik untuk mendulang suara partai pada pesta demokrasi 2014 mendatang.
Berdasarkan pengamatan penulis, krisis kepercayaan masyarakat terhadap partai politik kini sedang melanda semua partai politik. Mulai dari kasus korupsi yang menyeret beberapa politisi partai hingga kasus-kasus lainnya menyebabkan citra negatif timbul dikalangan masyarakat terhadap partai. Para petinggi partai politik berlomba-lomba memulihkan citra partai politiknya di mata masyarakat. Salah satunya dengan merekrut artis sebagai strategi untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap partai politik. Akibatnya, timbullah persepsi bahwa penilaian masyarakat dalam memilih pemimpinnya hanya dilihat dari penampilannya saja.
Sejauh ini belum ada satu pun artis yang mempunyai gagasan politik yang jelas hingga mereka dapat diandalkan. Pengetahuan mereka tentang dunia politik juga masih sangat minim karena artis sudah pasti selalu bergelut dengan pekerjaannya hingga tidak sempat untuk memantau kondisi politik di Indonesia. Apa kata dunia jika para pemimpin Indonesia diisi oleh para artis yang sedang memainkan peran yang notabene mereka tidak paham terhadap kondisi politik di Indonesia. Tetapi para politikus di Indonesia sangat cerdas untuk menggunakan artis sebagai senjata meraih kembali kepercayaan masyarakat. Memang dunia politik ini begitu kejam, apa saja dilakukan untuk kepentingan partai politiknya.
Akhirnya, siapapun boleh mencalonkan dirinya untuk maju dalam dunia politik di Indonesia. Tetapi perlu dipahami bahwa menjadi pemimpin harus siap lahir batin dan tidak hanya mengandalkan popularitas saja. Satu hal yang sangat penting adalah proses perekrutan harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Mereka harus bisa bersikap obyektif dalam memberikan keputusan. Karena ini menyangkut kepentingan umum rakyat Indonesia, jadi tidak boleh dianggap main-main. Jangan sampai masuknya kalangan artis untuk menjadi politisi hanya didasarkan pada kepentingan sesaat dalam mendulang suara dan mengembalikan citra positif terhadap partai. Karena hal ini akan berakibat pada kekecewaan masyarakat terhadap para politisinya. Yang pasti masyarakat tidak mengharapkan kehadiran para artis di legislatif dan eksekutif hanya sebagai hiburan saja, tetapi masyarakat mengharapkan Pemimpin yang bisa mengayomi rakyatnya.

M. Zuhri Ni’am
Kadiv Opini Publik Primaraya

0 komentar:

Poskan Komentar

Primaraya Perlu Kritik dan Saran Serta Komentar Anda

Follow me by Email

Yang Lain